logo
Shenzhen First Tech Co., Ltd.
Shenzhen First Tech Co., Ltd.
Kasus-kasus
Rumah / Kasus-kasus /

Kasus perusahaan tentang Integrasi Energi Terbarukan dalam Elektrifikasi Pedesaan: Penerapan Inverter Hibrida Tegangan Tinggi di Sylvania

Integrasi Energi Terbarukan dalam Elektrifikasi Pedesaan: Penerapan Inverter Hibrida Tegangan Tinggi di Sylvania

2025-10-11
Kasus perusahaan terbaru tentangIntegrasi Energi Terbarukan dalam Elektrifikasi Pedesaan: Penerapan Inverter Hibrida Tegangan Tinggi di Sylvania

Integrasi Energi Terbarukan dalam Elektrifikasi Pedesaan: Penerapan Inverter Hibrida Tegangan Tinggi di Sylvania


Abstrak

Kasus ini mendokumentasikan penerapan tahun 2024 dari sistem inverter hibrida tiga fase tegangan tinggi (kisaran 5–10 kW) di Sylvania, sebuah kota terpencil di Eropa. Menghadapi ketidakstabilan jaringan dan ketergantungan tinggi pada diesel, pemerintah daerah bermitra dengan anonymized penyedia teknologi energi untuk menerapkan solusi surya-baterai. Proyek ini mencapai efisiensi PV-ke-AC sebesar 97,8%, mengurangi pemadaman jaringan sebesar 92%, dan memangkas konsumsi diesel sebesar 75% dalam waktu enam bulan. Keberhasilan teknis mencakup transisi cadangan jaringan yang mulus (<10ms) dan pengoperasian adaptif di bawah kondisi lingkungan ekstrem (–25°C hingga 60°C). Tantangan melibatkan penyelarasan peralatan dengan kode jaringan UE (VDE 4105, EN 50549-1) dan mengkonfigurasi sistem MPPT ganda untuk iradiasi yang tidak teratur. Kasus ini menggambarkan bagaimana spesifikasi teknis yang terstandarisasi—khususnya rentang tegangan, proteksi lonjakan, dan metrik efisiensi—memungkinkan integrasi terbarukan yang tangguh dalam infrastruktur kritis.

Kata kunci: Integrasi Energi Terbarukan, Elektrifikasi Pedesaan, Inverter Hibrida, Stabilitas Jaringan, Optimasi MPPT

1. Pendahuluan: Konteks dan Tokoh Utama

Garis Waktu & Lokasi

  • Fase 1 (Jan–Mar 2024): Penilaian lokasi di Sylvania (lintang: 48.7°U, populasi 2.300), wilayah pegunungan dengan 150 pemadaman jaringan tahunan.
  • Fase 2 (Apr–Jun 2024): Penerapan sistem di 3 lokasi kritis: klinik medis, pabrik pemurnian air, dan pusat tanggap darurat.
  • Fase 3 (Jul–Des 2024): Pemantauan kinerja dan sertifikasi kode jaringan.

Pemangku Kepentingan

  • Dr. Elena Rostova: Komisioner Energi, Dewan Kota Sylvania.
  • Bapak Henrik Vogel: Kepala Insinyur, anonymized Grup Solusi Terbarukan.
  • Dewan Komunitas: Perwakilan dari sektor pertanian, kesehatan, dan pendidikan.

Tantangan Utama

Jaringan Sylvania mengalami fluktuasi tegangan (260V–520V) dan penyimpangan frekuensi (45Hz–65Hz) karena infrastruktur yang sudah tua. Generator diesel memenuhi 60% kebutuhan energi, dengan biaya €0,48/kWh. Dewan mencari solusi yang sesuai (IEC/EN 62109-1), berperingkat IP65 yang dapat dioperasikan pada ketinggian 1.800m dengan ≥96% efisiensi Eur.

2. Spesifikasi Teknis dan Implementasi

Desain Solusi

  • Peralatan: 8 unit inverter hibrida tiga fase 10kW (spesifikasi model TP10KH) 
    1
    :
    • Input PV: 2x pelacak MPPT (maks 1.000V, rentang pengoperasian 160V–950V), arus hubung singkat maks 30A per pelacak.
    • Integrasi Baterai: Lithium-ion (nominal 250V–600V), daya pengisian/pengosongan 15.000W/11.300W.
    • Output Jaringan/Cadangan: Tiga fase 380V/415V, daya semu 11.000VA (PF=1), <10ms waktu transfer.
    • Perlindungan: Polaritas terbalik DC, hubung singkat AC, penangkap lonjakan Tipe II, dan GFCI.

Proses Penerapan

  • Minggu 1–4: Memasang 112 modul PV (rangkaian DC 480V) dengan konektor MC4 di atap klinik.
  • Minggu 5–8: Mengkonfigurasi bank baterai (rentang 120V–600V) dan pengaturan grid-tie sesuai standar CEI 0-21.
  • Penyesuaian Kritis: Penurunan daya berskala untuk suhu rendah musim dingin –15°C dan ketinggian 1.800m (>aturan penurunan daya 2.000m).

3. Hasil dan Analisis Dampak

Hasil Kuantitatif

Metrik Pra-Penerapan Pasca-Penerapan (Des 2024) Perubahan
Durasi Pemadaman Jaringan 120 jam/bulan 9,6 jam/bulan –92%
Konsumsi Diesel 28.000 L/bulan 7.000 L/bulan –75%
Biaya Energi/kWh €0,48 €0,22 –54%
Efisiensi Konversi PV N/A 97,8% (Maks, PV→AC)
THDI 8,2% <5% Sesuai

Peningkatan Kualitatif